Pertemuan Trump-Xi Hasilkan Komitmen Baru Impor Batu Bara
By Admin

Ilustrasi Pekerja Tambang Batubara
nusakini.com, Pemerintah China bersepakat untuk mengimpor minimal 10 juta ton batu bara dari Amerika Serikat pada tahun depan hingga 2028. Komitmen perdagangan ini dicapai setelah pertemuan tingkat tinggi antara Donald Trump dan Xi Jinping di Washington baru-baru ini.
Analis menilai target volume tersebut sangat mungkin dipenuhi oleh kapasitas pasar batu bara domestik China. "Angka tersebut terlihat realistis jika dibandingkan dengan volume perdagangan aktual 2024," ujar analis Citigroup Inc., Xiangrong Yu.
Kesepakatan energi ini tercapai di saat Beijing menghadapi tantangan pemenuhan pasokan dari dalam maupun luar negeri. Negara tersebut mencatat penurunan suplai hingga 25 persen dari Indonesia sepanjang tahun ini akibat kebijakan pengetatan ekspor sumber daya alam oleh Jakarta.
Produksi domestik China juga dilaporkan menyusut 3,2 persen secara nasional berdasarkan pendataan hingga bulan Agustus lalu. Penurunan ini diduga dipicu oleh kecelakaan kerja fatal yang terjadi pada Mei di Provinsi Shanxi, salah satu pusat tambang utama mereka.
Menyikapi situasi tersebut, Gubernur Shanxi Lu Dongliang langsung menggelar rapat darurat pada Sabtu (26/9/2026). Pertemuan itu bertujuan mendesak para penambang untuk memaksimalkan operasional secara aman di tengah defisit pasokan.
Meskipun terdapat komitmen baru, jumlah 10 juta ton ini dilaporkan hanya mewakili sekitar 2 persen dari total impor China secara keseluruhan. Volume tersebut merupakan bagian yang sangat kecil bila disandingkan dengan total konsumsi batu bara mereka yang mencapai nyaris 5 miliar ton.
Imbas ketidakpastian suplai saat ini, harga batu bara termal di pasar China melonjak ke titik tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Sementara itu, harga kontrak berjangka batu bara kokas di Dalian Commodity Exchange terpantau sedikit melemah pada Senin (28/9/2026), meskipun sempat mencatat kenaikan 34 persen sejak awal tahun. (*)